Senin, 20 April 2009

Resep Otak-otak Bakar

Ingredients:

  • 500 gram daging ikan tengiri, dihaluskan
  • 100 ml santan kental
  • 200 gr tepung kanji
  • 2 lembar daun bawang, iris halusgaram, gula dan merica secukupnya
  • 2 sdm air perasan jahe daun pisang untuk membungkus

BUMBU HALUS:

5 siung bawang putih

SAMBAL KACANG:

  • 50 gr kacang tanah, haluskan bersama 1 buah cabe merah kriting
  • campur dengan 75 cc air matang
  • tambahkan 1 sdm gula pasir, 1/4 sdm garam, 4 tetes cuka masak.
  • kucuri air jeruk limo untuk aroma.

Directions:

  • Campur ikan bersama bumbu halus, santan, tepungkanji, garam, dan merica. Aduk rata.
  • Gunakan pipping bag (kantong segitiga), isikan adonan ikan, gunting ujung kantong selebar 1 cm
  • semprotkan adonan ikan di pinggir daun, gulung daun, semat kedua ujungnya
  • Bakar dengan api kecil, sampai daun mengering dan otak2 matang.
  • sajikan bersama sambal kacang.

Minggu, 12 April 2009

Demampun Bermanfaat?

Jangan langsung panik begitu si kecil demam! Tak semua demam berbahaya bagi anak. Bahkan, demam justru bisa bermanfaat bagi tubuhnya.
Demam kok bermanfaat?!
Begitu mungkin pikir para ibu yang setiap hari selalu berurusan dengan anak. Bagaimana bisa menganggap bermanfat bila panas tinggi anak saja sudah cukup membuat kuatir. Ya memang boleh saja kuatir, tapi sebaiknya juga Anda perlu tahu demam seperti apa yang perlu dikuatirkan.
Tapi, "..demam pada dasarnya merupakan reaksi alamiah tubuh terhadap adanya infeksi. Jadi, saat si kecil mengalami infeksi, demam tak perlu ditakuti karena justru itu tanda bahwa mekanisme pertahanan tubuhnya bekerja dengan baik," jelas dr. Budi Yudono, SpA(K) dari ..
Sepanjang suhu tubuhnya tidak melonjak tajam dan muncul gejala-gejala lainnya yang membahayakan seperti kejang, misalnya, orangtua tak perlu kuatir. Apa dan bagaimana tentang demam? Berikut ulasan tuntas tentang demam untuk Anda. Kuman Demam yang terjadi pada anak-anak umumnya disebabkan oleh infeksi kuman, baik virus maupun bakteri. Karena infeksi tersebut, komponen-komponen sistem kekebalan tubuh seperti sel darah putih (leukosit) dan limfosit bekerja keras untuk melawan kuman. Nah, sel-sel tersebut bisa bekerja dengan lebih baik jika suhu tubuh dalam keadaan meningkat. Karena itulah, muncul gejala demam tadi. Dengan adanya demam, jumlah substansi antivirus di dalam tubuh pun ikut meningkat.
Demam yang terjadi pada anak-anak biasanya tak berbahaya dan tak menyebabkan kerusakan otak atau kerusakan fisik. Pada saat anak diimunisasi misalnya, biasanya akan muncul gejala demam ringan sebagai reaksi atas suntikan yang diberikan. Demam juga bukan indikasi adanya penyakit serius kecuali bila disertai dengan perubahan penampilan, perubahan tingkah laku, atau gejala lainnya seperti sulit bernapas atau kehilangan kesadaran.
Sementara ada anggapan bahwa demam tinggi adalah penyebab kejang demam. Padahal hal itu tidak sepenuhnya benar. Menurut Dr. Robert Mendelsohn dalam bukunya, "How To Raise A Healthy Child in Spite of Your Doctor" demam tinggi bukanlah penyebab utama kejang demam. Kejang tersebut baru terjadi saat suhu badan meningkat amat cepat, dan umumnya ini jarang terjadi. Hanya sekitar 4 persen anak dengan demam tinggi yang demamnya berkaitan dengan kejang. Tapi, tentu saja lagi-lagi orangtua perlu mengetahui demam mana yang perlu diwaspadai dan mana yang tidak.
Hindari Obat Berlebihan. Orangtua biasanya langsung segera memberikan obat penurun panas begitu anak mereka demam. Cara ini tak selamanya diperlukan sepanjang suhu tubuh anak tak mencapai 38,5 derajat Celsius dan anak masih terlihat ceria. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, demam memang diperlukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh saat terjadi infeksi. Sebaliknya, pemberian obat penurun panas terlalu sering seperti obat parasetamol, asetaminofen, aspirin, dan ibuprofen justru bisa berdampak negatif.
Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Torres dari Biomedical Utah State University, misalnya, memberikan teori baru tentang kemungkinan penyebab semakin tingginya kasus autisme saat ini. Torres menduga peningkatan itu berkaitan dengan pemberian obat penurun panas pada ibu hamil dan anak-anak. Selain itu, tidak ditemukan pula bukti bahwa obat penurun panas berhubungan dengan peningkatan nafsu makan dan menjadi lebih aktif.
Jadi, intinya orangtua sebaiknya mengenali kapan harus memberikan obat penurun panas dan kapan obat tersebut tidak diperlukan.
Demam Yang Perlu Diwaspadai
Lalu, demam seperti apa yang perlu diwaspadai? Bila suhu tubuh terus meningkat dengan cepat dan muncul gejala-gejala lain seperti kehilangan kesadaran, sulit bernapas, muntah segeralah membawa si kecil ke dokter. Apalagi bila demam terjadi pada anak yang baru lahir. Demam yang terjadi pada bayi di pekan pertama kehidupannya harus mendapatkan perhatian serius. Hal ini karena umumnya telah terjadi infeksi pada saat proses persalinan ataupun penyebab serius lainnya.
Berikut adalah gejala-gejala penyerta demam yang harus diwaspadai menurut dr. Budi Yudono:
  • Buang air kecil tak sebanyak biasanya.
  • Warna mata yang kekuningan.
  • Batuk selama lebih dari sepekan.
  • Si kecil tampak merasakan nyeri di bagian telinga atau hidungnya.
  • Tak mau makan ataupun minum, dan terlihat lemas.
  • Batuk disertai muntah.
  • Sulit bernapas hingga mulut dan bibirnya terlihat kebiruan.

Bila gejala-gejala penyerta yang muncul seperti di atas, tentu demam tak bukan lagi sesuatu yang bermanfaat buat si kecil. Anda perlu segera berkunjung ke dokter. N PG

4 Langkah Tangani Anak Demam

  1. Basuhlah tubuhnya dengan air hangat. Atau, bisa juga membiarkannya berendam di dalam bathtub berisi air hangat.
  2. Pastikan si kecil mendapatkan cukup cairan agar dia tidak mengalami dehidrasi, mengingat suhu tubuh yang meningkat bisa membuat keluarnya banyak cairan dari tubuh. Sup ayam yang hangat bisa Anda coba karena memang terbukti secara ilmiah mampu meringankan gejala demam. Bila si kecil masih minum ASI, Anda bisa menyusuinya.
  3. Pilihkan pakaian berbahan tipis untuk dikenakan si kecil agar dia merasa nyaman. Hindari pakaian berlapis-lapis yang justru akan semakin meningkatkan suhu tubuhnya.
  4. Pantau terus suhu tubuh si kecil dan kenali gejala-gejala penyerta yang perlu diwaspadai. Bila suhu tubuh terus meningkat dengan cepat dan muncul gejala-gejala lainnya yang mencemaskan Anda, segera bawa si kecil ke dokter.

Pertolongan Pertama Anak Demam

Orangtua mana yang tidak panik ketika si kecilnya tiba-tiba terserang demam? Dikompres, diberi obat penurun panas atau langsung dibawa ke dokter saja? Duh, bingungnya...Jangan panik berlebihan, patut Anda ketahui bahwa pada usia 0 - 12 daya tahan tubuh anak memang masih rendah sehingga rentan sekali terkena infeksi penyebab demam. Tingginya suhu tubuh juga tak dapat dijadikan indikasi bahwa penyakit yang diderita si kecil semakin parah. Sebab, pada saat itu tubuhnya sedang berusaha melakukan perlawanan terhadap penyakit akibat infeksi. Itulah mengapa, demam dapat reda dengan sendirinya dalam 1-2 hari dan tak selalu butuh pengobatan.
Apakah demam itu?
Demam adalah naiknya suhu tubuh dari suhu normal yaitu 36 - 37,5 derajat celcius. Demam merupakan mekanisme pertahanan tubuh si kecil terhadap serangan bakteri dan virus. Sebenarnya tubuh dapat melawan sendiri infeksinya jika suhunya naik. Itulah sebabnya, orangtua tak perlu panik jika si kecil mengalami demam dan perilaku bayi atau batita tidak menunujukkan perubahan. Ia tetap aktif bermain, mau minum dan makan. Maka jangan panik dan Anda pun juga tak perlu memberinya obat penurun panas. Biarkan saja tubuhnya bekerja secara alami.
Kok suhu tubuhnya naik turun?
Obat pereda demam hanya menurunkan suhu tubuh untuk sementara waktu dan tidak untuk mematikan bibit penyakit yang menyebabkan infeksi. Kondisi ini biasanya berlangsung hingga tujuh hari. Jadi jangan heran kalau suhu si bayi naik lagi dan turun lagi. Hal ini karena infeksinya belum benar-benar sembuh. Pemberian antibiotik untuk memerangi infeksi yang diberikan dokter biasanya dapat membuat suhu tubuh kembali normal dalam 48 jam.
Kapan harus waspada?
Jika suhu tubuh si kecil secara mendadak meningkat menjadi 38 derajat celcius atau lebih dan meningkat terus dalam beberapa jam. Dikhawatirkan infeksi yang terjadi tergolong berat dan tubuh tak dapat mengatasinya tanpa bantuan obat-obatan. Bila suhu tubuh bayi berusia 3 - 6 bulan mencapai 38,3 derajat celcius Dalam dua hari si kecil masih demam, padahal sudah pertolongan pertama sudah diberikan. Si kecil gelisah, tidak dapat tidur, lesu, lemas, tidak mau makan dan minum, muntah dan atau diare. Wajah pucat atau sebaliknya kemerahan, rewel dan sulit ditenangkan, muncul batuk dan terasa telinga sakit. Ada bintik kemerahan yang tidak berubah warna jika dipencet atau bercak berwarna keunguan pada kulitnya. Bayi tampak kesulitan bernapas (napasnya berat atau bernapas terlalu cepat) padahal Anda sudah mengeluarkan ingusnya. Mungkin saja si bayi menderita asma atau pneumonia. Bayi mengalami kejang atau mengalami steup.
Pertolongan pertama
  1. Pakaikan baju yang tipis, nyaman, dan menyerap keringat. Hindari baju tebal, baju hangat, atau selimut tebal.
  2. Berikan ASi atau minum susu botol yang lebih sering. Jika usianya sudah balita, bisa ditambah air putih, kaldu ayam, kuah sayur, atau jus buah. Hal ini untuk mencegah terjadinya dehidrasi ringan akibat suhu tubuh yang meningkat.
  3. Tempatkan si kecilpada ruangan yang memilki sirkulasi udara yang baik.Jika si kecil 'sumeng' atau suhu di atas normal tapi belum demam (37,5 hingga 38 derajat celcius) maka jangan dulu diberikan obat penurun panas. Cukup dengan membuatnya nyaman dalam ruangan bersuhu normal dengan pakaian biasa (jangan diselimuti) dan minum yang banyak. Umumnya, temperatur manusia meningkat pada sore hari menjelang malam dan turun setelah tengah malam menuju subuh.
  4. Jika si kecil tampakmulai tidak nyaman berikan kompres hangat yang dapat menurunkan suhu tubuh dalam waktu 30-45 menit. Caranya, lepaskan seluruh pakaian bayi, kemudian lap sekujur tubuhnya dengan menggunakan handuk yang telah dibasahi air hangat, lalu keringkan. Ulangi beberapa kali hingga suhu tubuhnya turun. Kalau perlu, mandikan bayi dengan air hangat. Jangan pernah gunakan alkohol karena dapat terserap menuju pembuluh darah melalui kulitnya dan merusak jaringan saraf. Jangan pula gunakan air dingin/es karena akan membuat bayi tidak nyaman.
  5. Dekap si kecil atau gunakan metode gendong kangguru. Cara menggendong ini terbukti manjur untuk menurunkan suhu tinggi pada bayi/ anak karena memanfaatkan sistem pengaturan suhu tubuh ibu. Sayangnya cara ini hanya cocok untuk demam akibat sakit ringan. Syaratnya, ada kontak kulit antara bayi dengan yang menggendong. Telanjangkan bayi dan dekaplah di dada di dalam baju Anda yang longgar.
  6. Jika suhu sudah di atas 38 derajat celcius, berikan obat penurun panas dalam bentuk drops (dengan pipet takar untuk bayi). Baca aturan pemberiannya dengan baik, jika ragu hubungi dokter lewat telepon untuk memastikannya. Untuk demam anak, ada 2 kelompok obat yang disarankan yakni ibuprofen dan asetaminofen/ parasetamol. Bila suhu tubuh masih tinggi, obat asetaminofen/ parasetamol, pemberiannya dapat diulang setiap 4 jam sekali. Sedangkan untuk ibuprofen pemberiannya dapat 6 jam sekali. Namun untuk amannya, lakukan pengulangan untuk kedua jenis obat tersebut setelah 6 jam. Ingat! Jenis obat yang mengandung asetosal (seperti aspirin, aspilet) dan kelompok metamisol tidak dianjurkan untuk bayi atau anak-anak di bawah 16 tahun. Dan jangan memberi anak dua jenis obat sekaligus (asetaminofen dan ibuprofen).
  7. Ukur suhu bila perlu setiap 3 jam sekali. Atau agar lebih akurat ukur suhu tubuuhnya setiap satu jam sekali. Catat dan berikan kepada dokter saat melakukan konsultasi. Pola suhu tubuh dapat membantu mengetahui kemungkinan penyakit yang diderita si kecil. Tapi ingat, insting ibu sangatlah kuat. Gunakan insting ini untuk menentukan kapan sebaiknya bayi yang demam dibawa ke dokter. Jadi kalau Anda memang khawatir, berapa pun suhu tubuh si kecil, hubungi atau datangi saja dokternya. Sebab, temperatur bukan satu-satunya indikasi apakah penyebab demam itu penyakit serius atau bukan.

Jumat, 10 April 2009

Tanda-tanda Lemah Iman dan Kiat Mengatasinya

Keimanan manusia tidak seperti malaikat. pun juga seperti iblis la'natullah. Keimanan Manusia selalu dinamis, naik dan turun, sebagaimana sabda nabi Muhammad," Al imanu yajiidu wa yanqus, jadiidu." yang artinya iman itu kadang naik dan kadang turun, maka perbaharuilah selalu iman itu.berikut Tanda-tanda Lemahnya Iman seseorang ;
1. Terus menerus melakukan dosa dan tidak merasa bersalah
2. Berhati keras dan tidak berminat untuk membaca Al-Qur'an
3. Berlambat-lambat dalam melakukan kebaikan, seperti terlambat untuk melakukan shalat
4. Meninggalkan sunnah
5. Memiliki suasana hati yang goyah, seperti bosan dalam kebaikan dan sering gelisah
6. Tidak merasakan apapun ketika mendengarkan ayat Al-Qur'an dibacakan, seperti ketika Allah mengingatkan tentang hukumanNya dan janji-janjiNya tentang kabar baik.
7. Kesulitan dalam berdzikir dan mengingat Allah
8. Tidak merasa risau ketika keadaan berjalan bertentangan dengan syari'ah
9. Menginginkan jabatan dan kekayaan
10. Kikir dan bakhil, tidak mau membagi rezeki yang dikaruniakan oleh Allah
11. Memerintahkan orang lain untuk berbuat kebaikan, sementara dirinya sendiri tidak melakukannya.
12. Merasa senang ketika urusan orang lain tidak berjalan semestinya
13. Hanya memperhatikan yang halal dan yang haram, dan tidak menghindari yang makruh
14. Mengolok-olok orang yang berbuat kebaikan kecil, seperti membersihkan masjid
15. Tidak mau memperhatikan kondisi kaum muslimin
16. Tidak merasa bertanggung jawab untuk melakukan sesuatu demi kemajuan Islam
17. Tidak mampu menerima musibah yang menimpanya, seperti menangis dan meratap-ratap di kuburan
18. Suka membantah, hanya untuk berbantah-bantahan, tanpa memiliki bukti
19. Merasa asyik dan sangat tertarik dengan dunia, kehidupn duniawi, seperti merasa resah hanya ketika kehilangan sesuatu materi kebendaan
20. Merasa asyik (ujub) dan terobsesi pada diri sendiri
Hal-hal berikut dapat meningkatkan keimanan kita:
1. Tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.
2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.
3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.
4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.
5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.
6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.
7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.
8. Berdo'a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.
9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.
10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukanperbuatan buruk.
11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.
Dikirim tanggal: 2007-08-13 07:28:16
Pemateri: hamba Allah
Pengirim: admin
E-mail : admin@taushiyah-online.com

Minggu, 05 April 2009

Istri Sholeha

Oleh : Bahron Anshori
Istri yang shalehah adalah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta. Dengan demikian, suami akan merasa tenteram bila ada bersamanya. Mendapatkan istri shalehah adalah idaman setiap lelaki. Karena memiliki istri yang shalehah lebih baik dari dunia beserta isinya. ”Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri shalehah.” (HR Muslim dan Ibnu Majah).
Di antara ciri istri shalehah adalah, pertama, melegakan hati suami bila dilihat. Rasulullah bersabda, ”Bagi seorang mukmin laki-laki, sesudah takwa kepada Allah SWT, maka tidak ada sesuatu yang paling berguna bagi dirinya, selain istri yang shalehah. Yaitu, taat bila diperintah, melegakan bila dilihat, ridha bila diberi yang sedikit, dan menjaga kehormatan diri dan suaminya, ketika suaminya pergi.” (HR Ibnu Majah). Kedua, amanah. Rasulullah bersabda, ”Ada tiga macam keberuntungan (bagi seorang lelaki), yaitu: pertama, mempunyai istri yang shalehah, kalau kamu lihat melegakan dan kalau kamu tinggal pergi ia amanah serta menjaga kehormatan dirinya dan hartamu …” (HR Hakim). Ketiga, istri shalehah mampu memberikan suasana teduh dan ketenangan berpikir dan berperasaan bagi suaminya. Allah SWT berfirman, ”Di antara tanda kekuasaan-Nya, yaitu Dia menciptakan pasangan untuk diri kamu dari jenis kamu sendiri, agar kamu dapat memperoleh ketenangan bersamanya. Sungguh di dalam hati yang demikian itu merupakan tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berpikir.”( QS Ar Rum [30]: 21). Beruntunglah bagi setiap lelaki yang memiliki istri shalehah, sebab ia bisa membantu memelihara akidah dan ibadah suaminya. Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa diberi istri yang shalehah, sesungguhnya ia telah diberi pertolongan (untuk) meraih separuh agamanya. Kemudian hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara separuh lainnya.” (HR Thabrani dan Hakim). Namun, istri shalehah hadir untuk mendampingi suami yang juga shaleh. Kita, para suami, tidak bisa menuntut istri menjadi ‘yang terbaik’, sementara kita sendiri berlaku tidak baik. Mari memperbaiki diri untuk menjadi imam ideal bagi keluarga kita masing-masing.
Sumber : www.republika. co.id

Hikmah Nasyid_Dzikrul Maut_Suara Persaudaraan

Dzikrul Maut
Album : Bara dalam Tazkiyah
Munsyid : Suara Persaudaraanhttp://liriknasyid.com
Berbekallah untuk hari yang sudah pasti
Sungguh kematian adalah muara manusia
Relakah dirimu
Menyertai segolongan orang
Mereka membawa bekal sedangkan tanganmu hampa
Rosululloh bersabda
Perbanyaklah mengingat
Akan pemusnah segala kenikmatan dunia
Itulah kematian yang kan pasti datang
Kita tahu kapan waktunya kan menjelang
Menangislah hai sahabat karena takut kan Allah
Niscaya engkaukan berada dalam Naungannya
dihari kiamat disaat tiada naungan untuk manusi selain naunganNya
Dalam ampunanNya dalam maghfirahNya
Dosapun berguguran, bak dau dari pepohonan

Penyumbat Saluran Rejeki

Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.Walau demikian, ada banyak orang yang dipusingkan dengan masalah pembagian rezeki ini. “Kok rezeki saya seret banget, padahal sudah mati-matian mencarinya?” “Mengapa ya saya gagal terus dalam bisnis?” “Mengapa hati saya tidak pernah tenang?” Ada banyak penyebab, mungkin cara mencarinya yang kurang profesional, kurang serius mengusahakannya, atau ada kondisi yang menyebabkan Allah Azza wa Jalla “menahan” rezeki yang bersangkutan. Poin terakhir inilah yang akan kita bahas. Mengapa aliran rezeki kita tersumbat? Apa saja penyebabnya?Saudaraku, Allah adalah Dzat Pembagi Rezeki. Tidak ada setetes pun air yang masuk ke mulut kita kecuali atas izin-Nya. Karena itu, jika Allah SWT sampai menahan rezeki kita, pasti ada prosedur yang salah yang kita lakukan. Setidaknya ada lima hal yang menghalangi aliran rezeki.Pertama, lepasnya ketawakalan dari hati. Dengan kata lain, kita berharap dan menggantungkan diri kepada selain Allah. Kita berusaha, namun usaha yang kita lakukan tidak dikaitkan dengan-Nya. Padahal Allah itu sesuai prasangka hamba-Nya. Ketika seorang hamba berprasangka buruk kepada Allah, maka keburukan-lah yang akan ia terima. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Demikian janji Allah dalam QS Ath Thalaaq [63] ayat 3.Kedua, dosa dan maksiat yang kita lakukan. Dosa adalah penghalang datangnya rezeki. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seseorang terjauh dari rezeki disebabkan oleh perbuatan dosanya.” (HR Ahmad). Saudaraku, bila dosa menyumbat aliran rezeki, maka tobat akan membukanya. Andai kita simak, doa minta hujan isinya adalah permintaan tobat, doa Nabi Yunus saat berada dalam perut ikan adalah permintaan tobat, demikian pula doa memohon anak dan Lailatul Qadar adalah tobat. Karena itu, bila rezeki terasa seret, perbanyaklah tobat, dengan hati, ucapan dan perbuatan kita.Ketiga, maksiat saat mencari nafkah. Apakah pekerjaan kita dihalalkan agama? Jika memang halal, apakah benar dalam mencari dan menjalaninya? Tanyakan selalu hal ini. Kecurangan dalam mencari nafkah, entah itu korupsi (waktu, uang), memanipulasi timbangan, praktik mark up, dsb akan membaut rezeki kita tidak berkah. Mungkin uang kita dapat, namun berkah dari uang tersebut telah hilang. Apa ciri rezeki yang tidak berkah? Mudah menguap untuk hal sia-sia, tidak membawa ketenangan, sulit dipakai untuk taat kepada Allah serta membawa penyakit. Bila kita terlanjur melakukannya, segera bertobat dan kembalikan harta tersebut kepada yang berhak menerimanya.Keempat, pekerjaan yang melalaikan kita dari mengingat Allah. Bertanyalah, apakah aktivitas kita selama ini membuat hubungan kita dengan Allah makin menjauh? Terlalu sibuk bekerja sehingga lupa shalat (atau minimal jadi telat), lupa membaca Alquran, lupa mendidik keluarga, adalah sinyal-sinyal pekerjaan kita tidak berkah. Jika sudah demikian, jangan heran bila rezeki kita akan tersumbat. Idealnya, semua pekerjaan harus membuat kita semakin dekat dengan Allah. sibuk boleh, namun jangan sampai hak-hak Allah kita abaikan. Saudaraku, bencana sesungguhnya bukanlah bencana alam yang menimpa orang lain. Bencana sesungguhnya adalah saat kita semakin jauh dari Allah.Kelima, enggan bersedekah. Siapapun yang pelit, niscaya hidupnya akan sempit, rezekinya mampet. Sebaliknya, sedekah adalah penolak bala, penyubur kebaikan serta pelipat ganda rezeki. Sedekah bagaikan sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat (QS Al Baqarah [2]: 261). Tidakkah kita tertarik dengan janji Allah ini? Maka pastikan, tiada hari tanpa sedekah, tiada hari tanpa kebaikan. Insya Allah, Allah SWT akan membukakan pintu-pintu rezeki-Nya untuk kita. Amin. ( KH Abdullah Gymnastiar )

Kamis, 02 April 2009

Download MP3 Alqur'an Gratis

http://freequranmp3.com Disini kamu bisa download MP3 Al Qur'an lengkap 114 surat yang dibacakan oleh Al Ghamidi, As Syudais dll.

Rabu, 01 April 2009

Calender_Puput Pusar Gandewo

Mumpung inget di catat aja ... Puput puser gandewo tanggal 24 Agustus 2008 ... Tepat 10 hari setelah lahiran ... kalau kata orang Jawa sih puput puser < 10 hari berarti si anak bakal jauh dari orang tuanya ... mitos kali ya ... tapi kalupun memang harus jauh dari ortu ya gak masalah ... bukankan justru anak bisa mandiri....inilah falsafah Jawa "mangan ora mangan sing penting kumpul ...." Kurang mendidik kemandirian dan etos kerja memang... Makanya jangan takut nak ... kalau memang kau harus jauh dari orang tua .... jalani saja....apalagi kalau harus menuntut ilmu sampai ke luar negeri ... lebih bagus lagi....