Kamis, 19 Agustus 2010
Melatih Daya Ingat
Hari libur saya ajak Dewo jalan-jala keliling komplek. Seperti biasa kalau diajak jalan-jalan dia selalu membawa mobil-mobilan kesayangannya. Tidak lupa saya juga membawakan bola untuknya karena saya akan ajak dia untuk bermain bola di lapangan. Saya hanya pengen tahu bagaimana perkembangan motoriknya.
Ketika keluar pagar rumah saya bertanya kepadanya. "Kita mau kemana?"
"Ke Sana" jawab Dewo tentu saja dengan gaya bicara anak usia 2 tahun, sambil tanganya menunjuk.
"Lho ke sana mau kemana?" tanya saya lagi
"Lihat kerbau" jawabnya
Wow. Saya agak kaget. Ternyata Dewo masih ingat apa yang kami lakukan minggu kemaren. Melihat-lihat kerbau yang mungkin sudah jarang di Jakarta dan baru pertama kali itu dia melihatnya. Yang juga membuat saya heran dia juga menunjuk arah yang tepat dimana kami melihat kerbau itu.
Melihat itu saya jadi punya ide. OK saya akan biarkan dia menemukan sendiri arah menuju ke kerbau itu. Karena kebetulan memang jalan menuju ke sana cukup sederhana.
Ketika tepat di perempatan pertama saya pengen lihat dia akan memilih jalur yang mana. Dan ternyata benar dia belok ke kiri. Tapi ketika sampai di perempatan ke dua yang sebetulnya bukan perempatan karena tidak tepat lurus dia mulai terlihat bingung. Mungkin dia lupa.
Untuk mengingatkannya saya mencoba memancing dengan pertanyaan. "Dewo kemarin lihat ayam dimana?"
Begitu mendengar kata ayam sepertinya dia exited. Dan lupalah dengan tujuan semula yaitu melihat kerbau. Saya sengaja mengingatkan dia tentang ayam karena kebetulan arah untuk melihat-lihat ayam tetangga biasa nangkring searah dengan arah tempat kerbau berada. Dan kebetulan tempat ayam itu berada tepat di seberang kami melewati perempatan yang serong. Dewo segera menuju ke arah itu. Dan dengan cerianya dia menunjuk-nunjuk ke arah ayam yang sedang makan.
Ketika sedang ayik melihat-lihat ayam saya mencoba mengingatkannya lagi tentang tujuan kami semula. Melihat-lihat kerbau.
"Katanya tadi mau melihat kerbau. Dimana sih kerbaunya?"
Begitu teringat mengenai kerbau rupanya perhatiannya teralihkan lagi. Mungkin kerbau lebih menarik baginya. Dewo langsung berlari 50 meter ke depan dimana di kiri jalan terdapat kavling kosong yang ditumbuhi banyak rumput di situ. Di situlah minggu lalu dia melihat kerbau.
Saya cukup senang dengan perkembangan Dewo saat ini. Ternyata dia sudah mampu mengingat dimensi ruang. Walaupun fokusnya mungkin masih sering berubah-ubah. Tapi menurut saya itu wajar karena anak kecil pasti akan lebih tertarik pada sesuatu yang membuatnya lebih menarik.
Selama ini saya mungkin hanya mengajarkannya untuk ingat angka-angka, gambar dan juga huruf. Tapi setalh hari ini saya fikir perlu untuk mengajarkan dia mengingat dimensi ruang. Dan mungkin setalh ini saya pengen tahu bagaimana kemampuan problem solvingnya.
Mendidik anak memang sangat menyenangkan dan cukup menantang.
Sabtu, 14 Agustus 2010
Bercanda Dengan Bahaya, Siapa Takut ?!!
Dewo sedang bermain dengan anjing-anjing milik tetangga. Digigit anjing? nggak takut ah. Yang penting Dewo hati-hati dong ...
Rabu, 11 Agustus 2010
Dewo & Bana
Dewo mulai diajarin untuk sayang sama adiknya. Saya fikir tanggung jawab sebagai seorang kakak dan kasih sayang kakak adik sudah harus ditanamkan kepada Dewo dan Bana sejak kecil. Makanya saya kira perlu melibatkan Dewo untuk mulai menjaga adiknya. Meskipun ada sedikit khawatir apabila tiba-tiba tangan Dewo tak terkendali. Kebayang aja kalau tiba-tiba dia mukul atau karena tidak tahu langsung nyolok mata adiknya.
Tapi ternyata itu hanya ketakutan saja. Yang terpenting adalah kita selalu mengawasi dan waspada kalau terjadi apa-apa. Dengan demikian kita siap melakukan antisipasi. Yang jelas Dewo sang kakak harus diajak bicara dan diberikan pengertian. Dan ternyata anak kecil itu adalah makhluk luar biasa yang diciptakan oleh Tuhan. Ketika kita ajak bica ternyata mereka mendengarkan. Mungkin dia belum mengerti saat kita kasih tahu. Tapi saya yakin apa yang kita sampaikan akan terekam dalam memori alam bawah sadarnya. dan suatu saat pasti berguna buat dia.
Tapi ternyata itu hanya ketakutan saja. Yang terpenting adalah kita selalu mengawasi dan waspada kalau terjadi apa-apa. Dengan demikian kita siap melakukan antisipasi. Yang jelas Dewo sang kakak harus diajak bicara dan diberikan pengertian. Dan ternyata anak kecil itu adalah makhluk luar biasa yang diciptakan oleh Tuhan. Ketika kita ajak bica ternyata mereka mendengarkan. Mungkin dia belum mengerti saat kita kasih tahu. Tapi saya yakin apa yang kita sampaikan akan terekam dalam memori alam bawah sadarnya. dan suatu saat pasti berguna buat dia.
Minggu, 01 Agustus 2010
Girasta Bana Abiyasa
Girasta Bana Abiyasa adalah nama yang diambil dari kombinasi bahasa Jawa dan Sansekerta. Girasta berasal dari bahasa Jawa yang berarti "sungguh cekatan", kata dasarnya adalah giras yang berarti giat atau cekatan. Bana diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti "anak panah'. Kata ini diambil agar nyambung dengan nama kakaknya "Gandewo" yang berarti "busur". Abiyasa juga diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti "pandai/bijaksana".
Filosofi yang ingin diambil dari nama ini sesuai dengan harapan kami kelak terhadap putra kedua kami ini. Mudah-mudahan dia akan menjadi orang yang benar-benar cekatan seperti anak panah, pandai dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Namanya sengaja dikaitkan dengan nama kakaknya dengan harapan agar mereka berdua nantinya juga akan selalu rukun. Kakaknya bisa mendorong adiknya dan adiknya menurut dan hormat terhadap kakaknya.
Nama Bana juga mengingatkan saya pada seorang tokoh pejuang Islam di Mesir yaitu Hasan al Bana. Mudah-mudahan akhlakqul karimah dan semangat perjuangannya bisa menjadi isnpirasi buat Girasta Bana Abiyasa kelak. Amin.
Filosofi yang ingin diambil dari nama ini sesuai dengan harapan kami kelak terhadap putra kedua kami ini. Mudah-mudahan dia akan menjadi orang yang benar-benar cekatan seperti anak panah, pandai dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Namanya sengaja dikaitkan dengan nama kakaknya dengan harapan agar mereka berdua nantinya juga akan selalu rukun. Kakaknya bisa mendorong adiknya dan adiknya menurut dan hormat terhadap kakaknya.
Nama Bana juga mengingatkan saya pada seorang tokoh pejuang Islam di Mesir yaitu Hasan al Bana. Mudah-mudahan akhlakqul karimah dan semangat perjuangannya bisa menjadi isnpirasi buat Girasta Bana Abiyasa kelak. Amin.
Langganan:
Komentar (Atom)